Sabtu, 06 Februari 2016

IKUTAN SELEKSI PPAN JATENG 2015 (Part 2)


Halo, Goede Morgen (Selamat Pagi dalam bahasa Belanda). Maaf baru update lagi setelah sekian lama hiatus. Oke, seperti janji saya sebelumnya. Saya akan melanjutkan tulisan saya tentang keikutsertaan saya dalam seleksi PPAN JATENG 2015. Walaupun sekarang sudah 2016, tapi semoga tulisan saya ini bisa membantu kalian-kalian yang akan mengikuti PPAN 2016 ya.
Cerita saya lanjutkan di hari penyelenggaraan seleksi PPAN 2015 saat itu. Biasanya pelaksanaan seleksi PPAN sendiri dilaksanakan di gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Tergantung kebijakan nama di masing-masing daerah) di provinsi masing-masing.
Saya ingat pada saat itu saya masuk dengan santai dan menggunakan baju batik hadiah dari ibu saya yang sangat kedodoran di sana-sini. Tapi tidak apa-apa, siapa tahu itu tanda keberuntungan saya. Naiklah saya ke lantai dua atau tiga kalau tidak salah, tempat diselenggarakannya seleksi. Saya ingat sekali saya sempat malah dibuat terpana oleh lift sempit di DINPORA Jawa Tengah. Maaf emang sedikit katrok sih, tapi anak-anak yang pernah ke DINPORA Jateng pasti tahu perasaan pertama kali melihat lift yang super sempit itu (Blink Eyes).
Kembali ke topik setelah terpana pada lift yang aneh itu. Sampailah saya di lantai tempat di selenggarakannya seleksi. Waktu saya keluar dari lift, saya terpana sekali lagi (maaf kalau bahasanya jadi drama hehe). Karena ternyata banyak sekali peserta yang ikut seleksi ini, berbeda dengan pemandangan sepi yang saya lihat di lantai satu tadi.  Segeralah saya bertanya pada panitia, saya harus bagaimana sebelum test. Ternyata saya harus menyerahkan berkas-berkas yang telah ditulis di pengumuman saat menjelang akan test. Saya serahkanlah berkas-berkas seperti, SKCK, Pas Foto, CV dan kebutuhan lainnya di meja yang bertuliskan IKYEP. Saya ingat sekali ada dua ibu-ibu yang kelihatannya galak menunggu dan menerima berkas di meja IKYEP. Tapi dengan wajah nan polos saya (Blink Eyes), saya menghampiri mereka dan ternyata mereka sangat ramah cuma tampangnya saja yang serem. Setelah menyerahkan berkas, akhirnya saya dapat kertas yang sudah dipotong bulat berwarna oranye dan bernomor “415". Lalu saya duduk di meja baris paling belakang saat itu sambil clingak-clinguk melihat ke sekitar yang penuh dengan orang-orang kece, ada yang sibuk ngobrol tapi kebanyakan sibuk belajar. Beda sekali penampilan mereka yang necis dari kepala hingga kaki, jika dibandingkan dengan saya yang pakai baju dan celana yang serba kedodoran (Tapi saya tetap percaya dengan diri saya saat itu). Saya sempat berkenalan dengan beberapa orang disana, ada yang berprofesi sebagai wartawan Antara, Guru, Dosen, Mahasiswa, Duta Wisata dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan macam-macam pokoknya. Salut pokoknya, sedikit saran bagi siapapun yang mau ikut seleksi PPAN kalian harus siap mental menghadapi latar belakang lawan kalian. Karena rata-rata mereka adalah orang-orang luar biasa dengan background yang luar biasa juga. Tapi jangan jadikan itu sebagai beban ya, karena kalian sejatinya adalah sama-sama luar biasa. Saya malah senang bisa bersaing dengan orang-orang kece saat itu, biar bisa ketularan kece.
Saatnya seleksi!!!!
Akhirnya saat seleksi tiba juga, kalau tidak salah seleksi dimulai pukul 9 pagi saat itu. Perlu diketahui bahwa seleksi PPAN biasanya terbagi atas beberapa sesi. Kalau pada tahun 2015, sesi tersebut mulai dari sesi Test Tertulis Pengetahuan Umum dengan Bahasa Inggris, LGD, Interview 5 tahap, Kemudian Bakat. Nanti akan saya ceritakan semua.
Sekarang kita mulai dengan test seleksi pertama. Seleksi pertama biasanya adalah test tertulis. Saya ingat tahun lalu testnya full menggunakan bahasa Inggris tentang pengetahuan umum. Alhamdulillah pada test ini saya merasakan tidak ada beban sama sekali saat mengerjakannya. Mungkin juga karena awalnya berangkat dari coba-coba sehingga saya tidak berekspektasi banyak untuk bisa lolos. Jadi saya mengerjakan test sama sekali tanpa beban dan kebetulan menurut saya soalnya cukup mudah. Tapi By The Way, saya juga mau ngucapin matur nuwun buat mbak Ghoniyati Rohmah (Dubas Jateng 2014) karena beliau sempat bagi kisi-kisi ke saya tentang test. Dan banyak kisi-kisi beliau yang keluar. Wah beliau memang mentor yang luar biasa. Jujur saya tidak berekspektasi untuk melaju ke babak selanjutnya, karena saya memang tidak persiapan banyak saat itu. Setelah istirahat, diumumkanlah hasilnya dan nomor saya masuk deretan 10 besar finalis IKYEP yang akan memasuki tahap LGD (Leadership Group Discussion).
Nah, selama persiapan pergantian sesi ini. Saya ketemu sama mas Atiya Mahmud Hana (Juara 2 Dubas Jawa Tengah 2014). Beliau sebelumnya juga pernah mengikuti seleksi PPAN dan berbagai seleksi lomba. Jadi beliau sudah cukup berpengalaman. Akhirnya beliau berbagi tips agar saya bisa lolos ke tahap selanjutnya dalam sesi LGD. Dan saran beliau benar-benar saya gunakan. Terima kasih Mentorku yang lain, what an amazing guy.
Akhirnya LGD pun dimulai. Saya bertemu dengan 9 finalis yang lain dan pastinya mereka kece badai. Mereka tampak sangat percaya diri dengan dirinya masing-masing dan sangat brilian pemikiran-pemikirannya. Pada saat itu grup kami dinilai oleh dua orang juri yang merupakan alumni PPAN tahun-tahun sebelumnya. Saya hanya tahu sosok salah satu juri adalah mas Muzakhi Bashori yang dari jaman kuliah saya sering dengar namanya sebagai salah satu mahasiswa kece di Kampus tercinta Bumi Sekaran (Peace kalau salah spellingnya ya Mas Muzakhi). Dulu namanya legendaris dan menjadi panutan kami para anak-anak yang berkutat dengan karya ilmiah. Kami diberi waktu sekitar 1 jam saat itu untuk berdiskusi dan menawarkan solusi atas permasalahn yang kami diskusikan. Saya ingat ada dua topik yang ditawarkan juri (Pengangguran dan Pariwisata). Dan grup kami memilih untuk mendiskusikan masalah Pariwisata, karena banyak yang punya background duta pariwisata tampaknya di grup kami. Saya ingat sekali saran dari mas Atiya dan mengaplikasikannya di LGD tersebut. Saya juga kagum dengan teman-teman yang luar biasa di grup kami tersebut. Saya sadar pemikiran-pemikiran mereka benar-benar luar biasa dan banyak sekali saya mendapat ilmu baru di sana. Tapi disinilah terlihat beberapa teman ada yang sangat vokal dan ada yang sangat diam karena tidak mendapat kesempatan berbicara. Bisa dibilang saya berada di kelompok yang tidak vokal tapi tidak diam juga alias sedang sedang saja (Berbicara Di Saat yang dibutuhkan saja), justru saya banyak belajar mengamati dan memahami pendapat setiap orang di tempat tersebut. Saya juga merasa kasihan terhadap teman-teman yang tidak punya kesempatan untuk berbicara karena kalah dengan mereka yang sangat menunjukan bahwa mereka vocal di grup. Dan pada saat itu saya juga sudah puas jikapun cuma sampai babak 10 besar karena teman-teman saya satu grup memang benar-benar luar biasa dalam pandangan saya. Yang jelas saya sudah berusaha melakukan yang terbaik saat itu dan tinggal sisanya adalah urusan Tuhan.
Akhirnya pengumuman untuk masuk tahap 5 besar. Saya ingat sekali saat itu panitia masuk ke podium dan membacakan satu persatu nomor yang masuk ke babak selanjutnya. Sampai di satu momen panitia memanggil nomer saya “415” untuk maju kedepan. Awalnya saya tidak ngeh, tapi setelah dua kali panitia memanggil saya baru sadar kalau nomor saya disebut. Saya berjalan kedepan dengan perasaan kaget sebenarnya kok saya yang masuk. Setelah pengumuman, 5 besar program IKYEP kita berkumpul dan berdikusi, akhirnya Eri (Putra Solo 2013 dan Putra Batik Favorit 2015) membagikan tips kenapa kita berlima yang masuk ke LGD. Kata Eri, bukan terkait kita vokal atau tidak sebenarnya saat LGD. Tapi justru sikap menghormati kita terhadap pendapat, menghargai waktu dan perasaan orang lain serta memecahkan masalahlah yang menjadi point penting dalam setiap LGD. Dia juga mengutarakan bahwa setiap orang pasti punya nafsu untuk Show Off di LGD. Tapi bagaimana kita mengontrol diri kita itu juga jadi bahan pertimbangan. Selain itu katanya, ada cara show off yang elegan tanpa harus memonopoli perdiskusian. Wah, sekali lagi saya dapat pelajaran lagi. Thanks ya Eri, you deserve to get the big things.
Setelah itu akhirnya saya ikut sesi interview yang terdiri dari 5 sesi, saran saya untuk sesi ini tetap santai dan kontrol diri anda karena dengan mengontrol diri you can achieve more. Dan setelah interview biasanya dilanjut pertunjukan bakat. Pada saat itu saya tampilkan monolog atas cerpen yang pernah saya buat. Karena jujur saya tidak berekspektasi akan melaju sampai babak final sehingga saya tidak banyak mempersiapkan sesuatu, mau tarian atau apapun itu.
Akhirnya setelah berbagai rangkaian seleksi yang cukup panjang tersebut, kami diminta menunggu dalam beberapa hari untuk pengumuman siapakah wakil dari Jawa tengah. Dan tara, Eri lah yang menjadi wakil Jawa Tengah untuk program IKYEP. Selamat sekali lagi ya Eri, you deserve to get Big Things. Sementara saya ada di urutan ketiga, tapi saya bersyukur banyak pelajaran baru dan ternyata saya tahu bahwa ketika kita mendorong diri kita untuk melakukan hal-hal besar, kita pasti bisa menjadi seorang miracle makers. Jadi saya menyimpulkan bahwa kesuksesan itu bukan hanya berkaitan dengan talenta. Tapi sukses adalah interseksi poin antara kesempatan dan persiapan. Sehingga, yuk mulai saat ini kita terus berproses dan mempersiapkan diri kita untuk sesuatu yang lebih besar. Terima kasih untuk para kontributor yang berperan sehingga saya bisa belajar hal-hal baru.
Sukses buat mba Oni untuk segala aktivitasnya, sukses juga buat mas Atiya untuk karirnya, sukses untuk Mas Muzakhi untuk studinya di Belanda, sukses selalu juga buat Eri dengan segala aktifitas dan impiannya. See you on TOP ya.
Terima kasih juga buat Bapak dan Ibu atas supportnya, semoga bapak Ibu selalu diberkahi kesehatan dan dapat menyaksikan anak-anaknya membanggakan kalian. Serta Terima kasih ya Allah, meski belum berkesempatan menjadi wakil Jateng tapi saya bahagia bertemu dengan orang-orang hebat selama proses ini. Bismillah, selanjutnya akan lebih baik.
Bagi yang ingin sharing-sharing pengalaman luar biasanya bias kontak saja saya langsung. Begitulah kiranya pengalaman saya selama mengikuti seleksi PPAN IKYEP Jawa Tengah 2015. Mohon maaf kalau banyak penulisan yang salah dan tulisan yang masih jelek butuh perbaikan di sana-sini. Serta maaf kalau tidak ada foto karena saat itu HP saya masih HP jadul (hehe). Selamat pagi dan selamat berakhir pekan Kawan-kawanku yang emejing ^^.

2 komentar: